Barcelona sangat menginginkan dia, tetapi pada akhirnya Matthijs de Ligt mendarat di Juventus. Bek 19 tahun ini sudah tiba di Turin dan bakal dikenalkan beberapa hari ke depan.

De Ligt merupakan salah satu aset paling panas pada bursa transfer musim panas ini. Di usia yang begitu belia, dia sudah menunjukkan potensi luar biasa yang masih bisa dikembangkan lagi.

Mengutip Marca, kualitas De Ligt terbukti di atas lapangan. Dia bek tengah yang komplet: fisik tangguh, cepat, kuat duel udara, dan mampu mencetak gol. Tidak ada bek 19 tahun lain yang bisa menyamai kemampuan De Ligt saat ini.

Tak hanya itu, di usia yang begitu belia, dia sudah dipercaya mengenakan ban kapten Ajax Amsterdam. Artinya, kualitas De Ligt tidak hanya soal mengolah bola, melainkan juga tentang kepemimpinan.

Tak heran De Ligt menjadi aset paling panas di bursa transfer musim panas ini. Klub-klub raksasa Eropa memperebutkan dia. Sebut saja Barcelona, Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, PSG, dan pada akhirnya Juventus.

De Ligt sempat dikabarkan sudah pasti bergabung dengan Barcelona. Di Camp Nou sudah ada rekannya yang tiba terlebih dahulu, Frenkie de Jong. Juga, dia bisa meraih semuanya bersama Barca.

Namun, seiring negosiasi yang berjalan semakin alot, Barca semakin jauh dari De Ligt. Justru Juventus yang diam-diam menyalip semua tim lain dan langsung menyodorkan tawaran yang tampaknya tidak bisa ditolak De Ligt.

1. Gaji
Barcelona tidak mau menyamai tawaran gaji yang disodorkan Juventus. Agen De Ligt, Mino Raiola meminta gaji 12 juta euro per tahun untuk De Ligt, dan Barcelona langsung menolak.

2. Komisi Raiola
Tidak pernah mudah berurusan dengan super-agen seperti Raiola, khususnya ketika dia ingin mendapatkan uang dari biaya transfer tersebut. Blaugrana tidak mau dipermainkan dan tidak mau membayar komisi yang diminta Raiola.

3. Sudah Cukup Bek Tengah
Barcelona sebenarnya tidak memburu De Ligt karena butuh, mereka sudah punya beberapa opsi dengan Gerard Pique, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, dan Jean-Clair Todibo.

Faktanya, Barca tidak benar-benar membutuhkan bek tengah, dan sebab itu mereka berani menolak tuntutan Raiola.

4. Ruang untuk Berkembang
Faktanya, beberapa klub yang memburu De Ligt merasa bahwa ada beberapa aspek dalam permainan De Ligt yang masih bisa dikembangkan. Juve menawarkan perkembangan terbaik untuk De Ligt.

5. Hasrat De Ligt
Pada kasus De Jong, dia sangat ingin bergabung dengan Barcelona dan semua klub lain yang tertarik akhirnya mundur karena memahami hasrat kuat De Jong.

De Ligt, di sisi lain, tidak terlalu termakan gagasan bergabung dengan Barcelona, dan pada akhirnya itulah yang terjadi.

6. Prospek Kepulangan Neymar
Barca kaya raya, tetapi jelas tidak bisa membeli semua pemain yang mereka inginkan dalam satu bursa transfer saja. Gagasan kepulangan Neymar bisa jadi menghalangi langkah Barca dalam memburu De Ligt.

7. Ketekunan Juventus
Penghargaan Golden Boy 2018 diterima De Ligt di Turin, dan pada saat itulah kontak pertama Juventus dimulai. Sejak saat itu, Juventus tekun mengejar De Ligt sampai mendapatkannya.

Sumber : bola.net